Jambu Biji Merah: Manfaat dan Resep Tradisional

Jambu Biji Merah: Manfaat dan Resep Tradisional
Jambu Biji Merah – id.wikipedia.org

Jambu biji merah atau dengan nama latin Psidium guajava merupakan salah satu buah yang kaya akan manfaat dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Tanaman ini termasuk dalam keluarga Myrtaceae.

Keluarga ini mencakup sejumlah tanaman berbunga, dan jambu biji merah merupakan salah satu anggota yang memiliki nilai penting dalam pengobatan tradisional.

Di bawah ini akan kami ulas jambu biji merah beserta khasiat dan kegunaannya, serta resep tradisional yang bisa digunakan.


Baca juga:  10 Bahan Alami yang Bisa Membantu Miss V Tetap Keset

Khasiat dan Kegunaan Jambu Biji Merah

Tanaman ini mempunyai bagian yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, terutama bagian daun dan buahnya.

Kedua bagian ini mengandung zat berkhasiat yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.

Tanaman ini telah lama dikenal memiliki khasiat dan manfaat bagi kesehatan.

Beberapa manfaat yang dapat diambil dari tanaman ini antara lain:

1. Obat Diare

Ekstrak daun jambu biji ini dapat digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi masalah pencernaan seperti diare.

2. Peluruh Haid

Beberapa tradisi pengobatan menggunakan buah ini sebagai obat peluruh haid.

Namun penggunaan tanaman untuk tujuan ini sebaiknya dikonsultasikan dengan ahli kesehatan.

3. Pengobatan DBD (Demam Berdarah Dengue)

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jambu biji merah dapat membantu dalam pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Baca juga:  10 Manfaat Sambiloto untuk Kesehatan

Resep Tradisional

1. Disentri

  • Daun jambu biji 6 g
  • Kayu secang 1 g
  • Rasuk angin 1 g
  • Daun patikan cina 5 g
  • Daun pegagan 7 g
  • Kayu ules 2 buah
  • Bawang merah 1 umbi
  • Air 120 ml

Cara : Resep ini dibuat dalam bentuk infus dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, masing-masing 100 ml. Lakukan berulang dilakukan selama 4 hari.

2. Diare

  • Daun jambu biji muda 9 helai
  • Kunyit 1 jari
  • Biji kedawung (disangrai) 4 butir
  • Rasuk angin 4 g
  • Air 110 ml

Resep ini juga disajikan dalam bentuk infus, diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, masing-masing 100 ml. Lakukan berulang dilakukan selama 4 hari.

Baca juga:  Testimoni Badan Ringan dan Tidak Ngantukan dengan Herbal Produk HNI

Dari kegunaannya dalam mengobati disentri hingga efektivitasnya sebagai obat pencahar menstruasi, tanaman ini menawarkan solusi alami yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Resep-resep tradisional yang disajikan memberikan panduan praktis bagi Anda yang ingin memanfaatkan potensi kesehatan dari tanaman ini.

Referensi: Buku Saku Tanaman Obat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Sumber referensi
__________________

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!
Whatsapp
Butuh bantuan! chat Kami