Seperti Apakah Bisnis HNI HPAI? Baca Selengkapnya

Bagikan :
Bisnis HNI HPAI
Bisnis HNI HPAI

Konsep bisnis HNI HPAI masih belum dipahami masyarakat umum. Bahkan yang bergabung pun masih banyak yang belum paham.

Inilah konsep dasar yang perlu dipahami agar bisnis HNI dapat berjalan dengan benar dan sukses.


Seperti Apakah Bisnis HNI HPAI

Bisnis HNI telah mendapatkan sertifikat syariah dari DSN MUI, yang artinya sistem tersebut telah memenuhi standar syariah dan halal.

Banyak orang bertanya: “Bisnis yang mengajak-ngajak, kan?

Ini benar.

Dan mengajak dilakukan semua bisnis dan perusahaan.

Semua bisnis mengajak orang untuk menjadi pelanggan, pembeli, dan juga mengajak orang untuk menjadi karyawan, pemasar, atau tenaga penjualan.

Supermarket mengajak kita untuk berbelanja, dan setelah masuk, kita diajak menjadi member.

Tidak peduli apa bisnisnya, bisnis tersebut akan selalu mengajak orang.

Bedanya dengan HNI, setiap orang bisa mengajak lagi orang lain. Bisa mengajak pembeli, mengajak menjadi member dan mengajak menjadi stokis atau halalmart.

Tentu, kita mendapat komisi dari pembelian orang-orang yang diajak. Catatan: kita mendapat komisi dari belanja, bukan biaya daftar.

Oleh karena itu, bisnis HNI HPAI sama dengan bisnis yang lain.

Pedagang produk consumer goods (konsumsi sehari-hari) mendistribusikan barang dagangan melalui grosir, distributor, dan toko / kios.

Pada saat yang sama, HNI mendistribusikan produk melalui member dan halalmart. Intinya sama.

Karena daya tarik diskon dan poin, kita bisa menjadi member supermarket. Begitu pula sebagai member HNI, kita bisa mendapatkan diskon dan poin untuk setiap pembelian. Sama.

Di supermarket, kita tidak bisa lagi mengajak orang. Bahkan jika Anda mengajak, Anda tidak akan dibayar.

Di HNI, jika kita mengajak orang lain, kita akan menerima komisi dari pembelian produk orang yang diajak. Merupakan hal yang normal dan alami untuk memiliki komisi dalam bisnis.

Mengajak orang pada dasarnya membuka distribusi produk atau membuka pasar. Setiap orang yang kita ajak dapat menjadi pengguna produk atau membuka pasar lagi. Dengan cara ini akan menjadi viral dan pasar kita akan lebih luas.

Semakin banyak orang di jaringan kita, semakin besar pasarnya. Beberapa dari mereka akan berbelanja sendiri atau menjualnya kembali. Dari situ, kita akan mendapat komisi.

Tidak ada komisi dari rekrutmen karena tidak diperbolehkan berdasarkan fatwa MUI. Komisi hanya didasarkan pada omset penjualan produk.

Di HNI, Anda bisa menjadi penjual, tapi itu bukan tujuannya. Jika Anda suka, silakan lanjutkan dan Anda akan menjadi penjual. Bisnis adalah mereka yang membangun jaringan atau tim.

Diperbolehkan di bisnis HNI HPAI :

  • Tidak perlu mengajak, tetapi jika Anda ingin mendapatkan bonus yang besar, Anda dapat memilih untuk mengajak (merekrut).
  • Tupo tidak perlu, tetapi jika Anda ingin mendapatkan pencapaian dan bonus tertentu, Anda dapat memilih Tupo setiap bulan.
  • Tidak perlu menjual, tetapi jika Anda ingin menghasilkan uang secara langsung, Anda dapat memilih untuk menjual.

Baca Juga : 5 Peluang Sukses Bisnis HNI dengan Modal Kecil


Mengenal Poin Produk HNI

Poin itu bagian dari anggaran pemasaran. Tidak hanya pemasaran jaringan, perusahaan atau bisnis mana pun akan memiliki anggaran pemasaran.

Misalnya Anda membeli produk di minimarket yang dijual seharga Rp 100.000, dan di belakang harga tersebut ada anggaran pemasaran.

Anggaran pemasaran itu diperuntukan untuk minimarket dan dialokasikan (dibagikan) untuk grosir, agen, dan distributor.

Harga jual = biaya produksi + biaya pemasaran + biaya lain-lain.

Sedangkan di HNI, sebagian dari biaya pemasaran dialokasikan ke poin. Poin untuk bonus agen.

Jika dalam bisnis biasa anggaran pemasaran dialokasikan untuk pengecer, grosir, agen dan distributor termasuk periklanan (jika ada), maka di HNI anggaran pemasaran akan dialokasikan kepada agen HNI sesuai dengan ketentuan Succes Plan.

Berapa persentase poin setiap produk?

Setiap produk HNI HPAI masing-masingnya memiliki poin yang berbeda.

Persentasenya juga berbeda-beda, dan banyak pertimbangan dan kalkulasi ketika menentukan poinnya, termasuk pertimbangan yang sesuai syariah.

Di HNI, menurut ketentuan syariah, dipastikan poin ditentukan dengan angka secara wajar dan adil.

Untuk mengetahui poin setiap produk, bisa dilihat di katalog produk. Atau bisa dibaca di artikel kami Cara Mengetahui Harga Member Produk HNI HPAI dan Poin.

Ambil contoh kopi 7 elemen, poinnya adalah 20. Artinya, itu mewakili 20.000 rupiah, dan agar mudah digunakan disebut juga 20.

Setelah dihitung dengan rumus, bonus akan dihitung menjadi Rp 20.000.

Saat Anda membeli kopi 7 elemen, bukan berarti Anda mendapatkan kembali Rp 20.000, tapi akan dibagikan sesuai rumus sesuai Succes Plan. Tentunya Anda juga akan mendapatkan bagiannya.

Saat mitra Anda atau agen dibawah Anda membeli Kopi 7 Elemen, itu artinya Anda juga sudah berjasa mendistribusikan produk tersebut. Maka Anda juga mendapat bagiannya.

Jangan tanya berapa dulu, tapi pahami dulu konsepnya. Intinya adalah Anda juga akan mendapat bagian.


Bagaimana Cara Mendapatkan Penghasilan dari HNI

Konsep Dasar Bisnis HNI HPAI

Succes Plan memberikan penjelasan lengkap tentang bagaimana cara memperoleh penghasilan dari HNI.

Untuk pemula, harap pelajari Succes Plan langkah demi langkah. Singkatnya, Anda dapat menghasilkan uang dengan cara-cara berikut:

  • Belanja pribadi. Anda akan mendapat cash back dan bonus dari jaringan atau tim Anda. Disarankan untuk belanja produk setidaknya 100 poin. Jika bisa, belanja 200 poin. Bahkan lebih baik, 600 poin per bulan. Belanja pribadi dapat dijual kembali atau digunakan pribadi.
  • Keuntungan menjual produk. Anda bisa mendapatkan keuntungan dari menjual produk dengan harga konsumen.
  • Keuntungan omset jaringan. Jaringan adalah orang yang sudah Anda ajak bergabung. Jika mereka mengajak lagi orang lain, semua ini akan masuk ke jaringan Anda. Semakin banyak jaringan, semakin besar omset dan semakin besar bonusnya. Mereka disebut juga mitra Anda.
  • Bonus pembinaan. Semakin sukses mitra-mitra Anda, semakin besar bonus Anda. Bonus pembinaan yang Anda dapatkan sejalan dengan peringkat Anda meningkat.

Pada dasarnya, tugas Anda adalah:

  • Hijrah produk, yang berarti beralih belanja produk HNI, bisa dijual kembali atau digunakan untuk penggunaan pribadi.
  • Silahkan jual produknya, tetapi tidak harus.
  • Mengajak orang bergabung dengan HNI.
  • Membantu mitra dibawah Anda sehingga bisa juga mengajak dan membina.

Sederhana bukan? Terus lakukan dan Insya Allah Anda akan sukses. Jangan telebih dahulu memikirkan yang lain, fokus saja melakukan hal-hal di atas. Jika Anda masih tidak mengerti atau belum paham, Anda bisa langsung bertanya kepada mentor atau Leader Anda.

Kekuatan 10X10

Salah satu kekuatan bisnis jaringan atau Network Marketing adalah faktor kali. Berapa 10 X 10? Jawabannya 100. Tapi itu tidak berhenti sampai di situ.

Aplikasinya bisa dilihat seperti ini:

  • Anda telah mengajak 10 orang, dan sekarang Anda memiliki 10 orang mitra.
  • Jika masing-masing mitra Anda mengajak kembali 10 orang. Maka, mitra Anda menjadi 10 X 10 = 100.
  • Misalkan 100 orang mitra Anda juga mengajak 10 orang lagi. Maka mitra Anda adalah 100 X 10 = 1000.
  • Misalkan 1000 orang mitra Anda masing-masing kembali mengajak 10 orang, maka mitra Anda akan menjadi 1000 X 10 = 10.000

Jika mitra Anda belanja rata-rata Rp 100.000 per bulan (untuk diri sendiri atau dijual kembali), maka omzet Anda:

Rp 100.000 X 10.000 = Rp 1.000.000.000

Dengan asumsi keuntungan bersih consumer good adalah 4%, maka bonus Anda adalah 4% X Rp1.000.000.000 = 40.000.000 (40 juta per bulan).

Angka yang wajar. Ini bukan angka sebenarnya, hanya perhitungan kasar, tapi dari pengalaman, angka itu cukup mendekati.

Kita tidak perlu mengajak 10.000 orang oleh kita sendiri.

Kita tidak harus mengajak 1.000 orang sendirian.

Kita tidak perlu mengajak 100 orang hanya kita sendiri.

Kita hanya mengajak 10 orang yang ingin mengajak lagi yang lain (menjalankan bisnis dengan serius).

Tentunya dalam prakteknya akan membutuhkan banyak usaha dan kerja keras untuk membangun 10.000 jaringan.

Bisa hitungan tahun, tapi ada juga yang bisa dicapai dalam waktu kurang dari setahun.

Jika kita mencapai tujuan dalam setahun, itu akan sangat mungkin, bahkan menghasilkan puluhan juta..

Kalau pun kita baru mendapat 10 juta rupiah setelah setahun kemudian, itu juga sangat layak. Sama seperti penghasilan Anda yang meningkat 10 juta, sulit untuk mencapainya hanya dengan bekerja.

Ini hanya kalkulasi, nyatanya kecepatan setiap orang akan berbeda. Yang kami tunjukkan di sini adalah Anda dapat melihat potensinya dan cara kerjanya.

Jika Anda berhasil menemukan 10 orang yang serius, kehidupan Anda Insya Allah akan berubah cepat atau lambat.

Kapan Bonus Dibayar?

Semua bonus HNI didasarkan pada poin dan dibayarkan setiap bulan.

Kecuali untuk keuntungan penjualan langsung ke konsumen.

Dalam satu bulan

  • Anda akan mendapatkan poin pribadi.
  • Anda akan mendapatkan poin dari jaringan, totalnya disebut poin grup atau omset.
  • Anda dan mitra dibawah Anda akan ada kenaikan pangkat.

Di penghujung bulan, sistem IT yang canggih langsung menghitungnya dan langsung menaikan peringkat berdasarkan kinerja dan prestasi.

Kemudian, dalam 2-3 hari, komisi (bonus) secara total keluar.

Kemudian mulai proses transfer, biasanya maksimal sampai tanggal 10 bonus akan masuk ke rekening pribadi.

Bagi yang belum memiliki rekening, bonus akan ditransfer ke HNI Cash.

Mengapa tidak diberikan bonus setiap hari?

Jawabannya : “malah lebih untung sebulan sekali”

Misalnya di awal bulan seorang agen masih AB

Agen tersebut belanja 100 poin

Maka bonusnya = 10% X 100 X Rp1.000 (jika dihitung langsung setiap hari)

Ternyata di akhir bulan, saya bisa menjadi manajer. Kemudian bonus saya dihitung 20%, bukan 10%.

Karena itu, akan rugi jika dihitung setiap hari.

Penghitungan bulanan sebenarnya lebih adil dan dapat memberikan hasil yang terbaik, karena kita akan menerima bonus berdasarkan pencapaian atau prestasi tertinggi bulan tersebut.

Bagaimana Cara Menghitung Bonus HNI

Bagaimana cara menghitung bonus HNI? Itulah yang disebut success plan. Anda bisa mempelajarinya di sini: success-plan.

Beberapa orang kesulitan memahami success plan. Salah satu alasannya adalah karena mereka sering memperhatikan angka.

Sangat bagus, tetapi yang lebih penting daripada angka adalah konsep dasar.

Jika sudah paham konsep dasarnya, maka masalah angka urutan sekian. Biarkan sistem IT yang canggih menghitungnya untuk kita.

Tiga Dasar Perhitungan Bonus dan Royalti

Untuk memudahkan, bonus dan royalti disebut bonus. Nanti detailnya tentu akan berbeda.

Besarnya bonus kita akan bergantung pada 3 hal :

  • Peringkat
  • Omset
  • Jumlah jalur (kaki)

Jadi, jika kita ingin bonus besar,

  • Naik pangkat dengan segera
  • Perbanyak jumlah jalur dengan omset lebih besar

Baca Juga : Cara Sukses Mendapat Bonus Besar di Bisnis HNI HPAI


Bagaimana Cara Naik Peringkat

Satu-satunya peringkat di mana hanya bisa diraih dengan omset adalah manajer (M).

Untuk peringkat selanjutnya Anda harus punya mitra, dan mitra Anda juga punya peringkat tertentu. Ini berarti perlu membina dan membantu mitra Anda sukses.

  • Senior Manager (SM) = Harus punya minimal 3 orang M dibawahnya langsung.
  • Executive Manager = Harus punya minimal 6 orang M dibawahnya langsung.
  • Director = Harus punya minimal 2 SM + 4 M dibawahnya langsung.
  • Senior Director = Harus punya minimal 4 SM + 2 M dibawahnya langsung.
  • Executive Director (ED) = Harus punya minimal 6 SM dibawahnya langsung.

ED adalah peringkat tertinggi, tetapi ada lebih banyak lagi prestasi-prestasi berikutnya (semakin urutan ke bawah, semakin tinggi prestasinya):

  • LED (Loyal ED) (syarat omset dan bonus tertentu).
  • Gold LED (syarat 2 jalur ED dengan omset 9000 poin).
  • Diamond LED (syarat 4 jalur ED dengan omset 9000 poin).
  • Crown LED (CLED) (syarat 6 jalur ED dengan omset 9000 poin).
  • Sapphire LCED (syarat 7 jalur ED dengan omset 24000 poin).
  • Emerald LCED (syarat 9 jalur ED dengan omset 24000 poin).
  • Platinum LCED (syarat 12 jalur ED dengan omset 24000 poin).

Untuk mendapatkan prestasi mencapai platinum, minimal ada 12 jalur + jalur lainnya (tambahan).


Cara Memperbesar Omset

Konsepnya sederhana

  • Sering belanja mitra-mitra kita.
  • Memperbesar nilai belanja mitra-mitra kita.
  • Memperbanyak jumlah mitra di setiap jalur.

Ikhtiarnya: pembinaan

  • Pengetahuan produk: gunakan atau jual produk Anda sendiri.
  • Duplikasi Rekrutmen: jaga agar jaringan terus berkembang.

Dalam prakteknya:

  • Lanjutkan mengajak sebanyak mungkin orang untuk menjadi agen HNI.
  • Home Sharing: pertemuan rutin di rumah atau,
  • Online Sharing: Dapat dilakukan melalui WA, Grup FB, Grup Telegram, dll.
  • Memperbanyak Agen Stok di jaringan untuk memudahkan mendapatkan produk dan bisa menjadi markas Home Sharing.

Mentor dan Mitra

Orang yang mengajak kita (dipanggil upline di perusahaan lain) disebut Mentor di HNI. Lebih humanis dan akrab.

Di perusahaan lain orang yang kita ajak disebut downline, di HNI kita sebut mitra karena mereka lebih setara sebagai partner.

Mentor bertanggung jawab untuk:

  • Memberikan edukasi
  • Bimbingan
  • Nasihat
  • Keteladanan
  • Motivasi

Lakukan rutin dan intensif secara offline (Home Sharing) dan online (grup WA / FB / Telegram).

Bimbingan adalah sebuah proses. Tujuan dari bimbingan (mentoring) adalah untuk DUPLIKASI. Apa yang perlu diduplikasi oleh mitra dari mentornya?

  • Mental
  • Karakter
  • Sikap
  • Cara kerja yang benar
  • Memiliki visi
  • Memiliki orientasi
  • Semangat
  • Daya tahan

Setiap agen HNI adalah mitra dan mentor. Meski saat ini belum memiliki mitra, agen HNI tersebut tetap akan menjadi Mentor.

Bagaimana menjadi mentor yang baik, adalah terlebih dahulu harus menjadi mitra yang baik.

Baca Juga : Cara Agar Berhasil Dalam Bisnis Network Marketing

Kita Sendiri Penentu Sukses Kita

Terkadang ada seseorang yang menganggap bahwa seorang mentor adalah seorang pesuruh, jadi disuruh melakukan apa yang seharusnya dikerjakan oleh masing-masing agen.

Misalnya, disuruh mencarikan mitra untuk kita. Jika mentor tidak mau, dia akan berbicara kemana-mana menganggap mentor tersebut tidak peduli.

Mitra pun bukan karyawan yang bisa kita beri perintah.

Seorang mitra adalah mitra yang memiliki hak untuk memilih, Tugas mentor adalah menjadi mentor, bukan menjadi bos.

Penentu kesuksesan bisnis HNI HPAI bukanlah mentornya.

Banyak orang yang dibimbing oleh mentor berpengalaman, namun kenyataan membuktikan sebagian saja yang berhasil, dan sebagiannya tidak. Kembali semuanya ke diri masing-masing.

Mentor membuka pintu dan menunjukkan jalan dan arah kesuksesan, tetapi kitalah yang memutuskan apakah kita INGIN mengikuti jalan kesuksesan.

Keberhasilan dan kegagalan kita bukanlah kesalahan mitra kita. Mitra kita memiliki pilihannya sendiri. Kita tidak bisa menyalahkan.

Kita membantu mereka yang ingin sukses, jika tidak, itu urusan masing-masing.

Tugas seorang mentor adalah siap untuk membantu siapa saja yang ingin sukses.

Jika ada sedikit mitra saja yang INGIN sukses atau bahkan mungkin tidak ada, maka silakan terus cari lagi.

Di antara sekian banyak mitra kita, pasti ada orang yang menginginkannya.

Semakin banyak mitra yang kita miliki, maka semakin banyak yang menginginkan sukses.

Namun tetap kita memberikan contoh dan motivasi bagi mereka yang belum ingin sukses di bisnis HNI HPAI.

Oleh karena itu, semua kemballi ke diri sendiri. Keberhasilan kita ditentukan oleh diri kita sendiri dengan izin Allah, dan tidak perlu menyalahkan siapa pun, apakah itu mentor atau mitra.

Jika Mentor Kita Tidak Membantu

Saat kita bergabung, mungkin saja kita diajak oleh mentor yang baru bergabung juga. Ini berarti sama-sama belum memahami dan mentor kita pun belum bisa membimbing kita. Lalu apa yang harus dilakukan?

Yang perlu dipahami adalah bahwa mentor kita tidak hanya langsung berada di atas kita, kita juga bisa mencari banyak mentor di atasnya lagi. Cari saja seorang mentor yang bisa membimbing kita.

Jika kita membuka AVO, pada dashboard AVO akan menampilkan 3 mentor, dan mentor ini mungkin bukan upline langsung kita.

Para mentor yang diperkenalkan di homepage AVO, mereka sudah mencapai LED, dan insya Allah mereka memiliki kemampuan (kapasitas) yang cukup untuk menjadi mentor.

Sumber Artikel

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!
Whatsapp
Ada yang bisa Kami bantu ?